Stellantis Mengatasi Iklan Pop-Up Dalam Mobil: Opsi Penyisihan Ada, Tapi Tidak Mudah

21

Stellantis, perusahaan induk dari merek seperti Jeep, Ram, dan Chrysler, sekali lagi menghadapi kritik atas iklan pop-up yang tidak diinginkan yang muncul di layar infotainment kendaraan. Meskipun perusahaan bersikeras bahwa kejadian ini awalnya disebabkan oleh kesalahan perangkat lunak, laporan terbaru menunjukkan bahwa masalah tersebut masih berlanjut, sehingga mendorong tanggapan baru dari Stellantis mengenai sistem pesan di dalam kendaraannya.

Keluhan Berulang & Tanggapan Perusahaan

Selama setahun terakhir, pemilik kendaraan berulang kali melaporkan melihat iklan saat mengemudi. Salah satu contoh terbaru, yang dibagikan di Reddit, menunjukkan pemilik truk Ram menerima iklan suku cadang Mopar langsung di layar infotainment. Meskipun ada klaim sebelumnya mengenai kesalahan yang tidak disengaja, iklan tersebut terus muncul sehingga memicu skeptisisme di kalangan pelanggan.

Stellantis kini mengakui keberadaan “Pesan Dalam Kendaraan” (IVM) ini sebagai fitur yang dirancang untuk terus memberikan informasi kepada pemilik. Menurut pembuat mobil, sistem IVM memberikan pembaruan penting seperti pemberitahuan penarikan, peringatan kesehatan kendaraan, dan pengingat berlangganan. Perusahaan menekankan keselamatan dengan menyatakan pesan-pesan ini hanya muncul saat kendaraan diam atau saat dinyalakan, otomatis hilang saat berkendara atau setelah 15 detik kecuali ditutup secara manual.

Memilih Keluar: Proses yang Rumit

Meskipun Stellantis menawarkan mekanisme opt-out untuk memasarkan konten, prosesnya jauh dari mulus. Pengemudi tidak dapat menonaktifkan iklan langsung dari layar infotainment. Sebaliknya, mereka harus:

  1. Hubungi Layanan Pelanggan di 1-800-777-3600 dan secara eksplisit meminta untuk tidak ikut serta dalam pengiriman pesan di dalam kendaraan.
  2. Navigasikan ke situs web merek mereka (misalnya, Connect.ramtrucks.com, connect.chrysler.com, connect.jeep.com ), akses profil mereka, sesuaikan pengaturan pesan, dan matikan perpesanan di dalam kendaraan.

Perusahaan mengklaim terus menyempurnakan alat komunikasinya berdasarkan umpan balik pelanggan, namun proses opt-out yang rumit tetap menjadi titik frustrasi bagi banyak pengemudi.

Implikasi yang Lebih Besar

Perdebatan mengenai iklan di dalam mobil menimbulkan pertanyaan yang lebih luas mengenai privasi data dan monetisasi teknologi kendaraan. Produsen mobil semakin mengintegrasikan layanan yang terhubung, menciptakan aliran pendapatan baru melalui iklan bertarget dan model berlangganan.

“Stellantis berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman kendaraan yang mulus, terinformasi, dan dipersonalisasi bagi pemilik kami.” — Pernyataan Stellantis.

Meskipun Stellantis menegaskan tujuannya adalah untuk memberikan nilai dan kenyamanan, sistem yang ada saat ini membuat banyak pengemudi merasa dieksploitasi. Meskipun perusahaan menyatakan bahwa iklan spesifik yang terlihat dalam laporan terbaru tidak lagi ditayangkan, potensi pop-up di masa mendatang tetap ada.

Pada akhirnya, insiden ini menyoroti ketegangan antara produsen mobil yang mencari sumber pendapatan baru dan pelanggan yang menuntut kendali atas pengalaman dalam mobil mereka. Apakah Stellantis akan memprioritaskan transparansi dan keagenan pengguna masih harus dilihat.