Chery Ekspansi ke Inggris, Jaguar Land Rover Pertimbangkan Kesepakatan Produksi China

16

Chery, produsen otomotif besar Tiongkok, telah mengonfirmasi pembukaan kantor pusat Eropa di Liverpool, menandakan ekspansi signifikan ke pasar Inggris. Langkah ini dilakukan ketika Jaguar Land Rover (JLR) menjajaki potensi kemitraan dengan Chery untuk memproduksi kendaraan di fasilitasnya di Inggris, dengan memanfaatkan kapasitas produksi cadangan. Perkembangan ini bertepatan dengan peningkatan keterlibatan diplomatik antara Inggris dan Tiongkok, dengan kunjungan Perdana Menteri Sir Keir Starmer baru-baru ini ke Beijing yang bertujuan untuk memperkuat hubungan perdagangan.

Ekspansi Strategis dan Investasi Inggris

Pemimpin Dewan Buruh Liverpool, Cllr Liam Robinson, memuji keputusan Chery sebagai “peluang besar” yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja berketerampilan tinggi di kota tersebut. Jadwal pasti pendirian kantor pusat baru masih belum jelas, namun pengumuman tersebut memperkuat spekulasi industri tentang kolaborasi yang lebih luas antara Chery dan JLR.

Kesepakatan potensial ini akan membuat Chery memanfaatkan jalur produksi JLR yang ada, sebuah langkah yang didorong oleh efisiensi pragmatis. Profesor Ekonomi David Bailey dari Birmingham Business School menjelaskan, “Langkah-langkah tersebut mencerminkan upaya pragmatis untuk mengelola risiko, meningkatkan penggunaan aset, dan mempertahankan kemampuan industri selama periode perubahan struktural.” Kehadiran Chery yang semakin meningkat di Inggris – dengan lebih dari 5.500 kendaraan terjual pada tahun 2025, melampaui merek-merek mapan seperti Alfa Romeo dan DS – semakin menegaskan kelayakan produksi lokal.

Revitalisasi JLR di Tiongkok

Kolaborasi ini terjadi seiring JLR memperluas pasar Tiongkok, dengan proyek utamanya adalah kebangkitan Land Rover Freelander sebagai kendaraan serba listrik (EV) yang eksklusif untuk pembeli Tiongkok. Freelander yang diperbarui ini akan menampilkan teknologi digital mutakhir, termasuk sistem autopilot canggih dan hiburan dalam mobil yang imersif, untuk memenuhi permintaan konsumen Tiongkok.

Secara historis, Tiongkok merupakan pusat keuntungan utama bagi JLR, namun permasalahan yang terjadi baru-baru ini—termasuk serangan siber pada tahun 2025 yang menghentikan produksi selama berminggu-minggu—telah menggarisbawahi perlunya kemitraan strategis. JLR telah menghadapi tantangan persepsi kualitas dan meningkatnya persaingan dari merek domestik Tiongkok. Usaha patungan dengan Chery di Changshu, yang sebagian didukung oleh pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 20 megawatt, merupakan inti dari strategi JLR untuk mendapatkan kembali pangsa pasar di Tiongkok.

Gambaran Lebih Besar

Potensi produksi kendaraan Chery di fasilitas JLR di Inggris menimbulkan pertanyaan tentang masa depan produksi otomotif Inggris. Meskipun JLR menolak berkomentar, langkah ini mewakili pergeseran menuju pemanfaatan kemitraan global untuk mengoptimalkan produksi dan aliran pendapatan. Dinamika yang terjadi menggarisbawahi meningkatnya keterhubungan industri otomotif dan perlunya adaptasi dalam pasar yang berkembang pesat.

Keberhasilan kemitraan ini akan bergantung pada upaya mengatasi tantangan ekonomi di Tiongkok, mempertahankan standar kualitas, dan bersaing secara efektif dengan merek-merek domestik yang sedang berkembang. Namun, jika dilaksanakan secara strategis, kolaborasi ini dapat memperkuat posisi JLR di pasar yang penting sekaligus meningkatkan kemampuan industri Inggris.