State Farm Mutual Automobile Insurance Company akan mendistribusikan $5 miliar kepada pemegang polisnya musim panas ini, mengirimkan cek sekitar $100 kepada lebih dari 49 juta pengemudi. Pembayaran ini dianggap sebagai manfaat langsung dari kesehatan keuangan perusahaan dan peningkatan hasil underwriting, yang berarti klaim lebih sedikit dan lebih murah dari perkiraan.
Mengapa Sekarang?
Langkah ini dilakukan ketika State Farm melaporkan peningkatan laba bersih yang signifikan. Meskipun dividennya besar, yaitu sebesar $5 miliar, laba perusahaan meningkat sebesar $7,6 miliar dari tahun 2023 hingga 2024, mencapai $12,9 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa State Farm membagi sebagian keuntungannya, namun masih mempertahankan surplus yang cukup besar.
Tarif Lebih Rendah dan Gabungan Dividen
Selain dividen, State Farm baru-baru ini menurunkan tarif asuransi mobil di 40 negara bagian rata-rata sebesar 10%, sehingga menghemat tambahan $4,6 miliar bagi pelanggan. Perusahaan mengaitkan penghematan ini dengan menurunnya biaya perbaikan dan berkurangnya tabrakan secara keseluruhan. CEO Jon Farney mengatakan hal ini dimungkinkan karena State Farm merupakan perusahaan mutual yang berarti mengutamakan nilai pemegang polis daripada keuntungan pemegang saham.
Konteks Penting: Model Industri Asuransi
Langkah ini penting karena perusahaan asuransi biasanya beroperasi sebagai bisnis yang mencari keuntungan. Perusahaan mutual seperti State Farm memiliki struktur yang berbeda: pemegang polis secara teknis adalah pemilik, dan keuntungan diinvestasikan kembali pada tingkat bunga yang lebih rendah atau keuntungan langsung seperti dividen ini. Namun, perusahaan mutual pun harus menjaga profitabilitas untuk memastikan solvabilitas jangka panjang. Penentuan waktu pembagian dividen ini mungkin juga strategis, mengingat semakin ketatnya pengawasan terhadap praktik industri asuransi, termasuk dugaan kurang bayar atas klaim kerugian total.
Dividen State Farm sebesar $5 miliar merupakan hasil langsung dari kinerja keuangan yang kuat, namun hal ini juga merupakan kemenangan hubungan masyarakat bagi industri yang sering dipandang skeptis. Dengan mengembalikan uang kepada pelanggan, perusahaan memperkuat citranya sebagai “tetangga yang baik” sambil tetap mempertahankan keuntungan yang besar.
