Evolusi Listrik Porsche: Dari Formula E hingga Teknologi Siap Jalan

12

Selama lebih dari tujuh dekade, olahraga motor telah berfungsi sebagai ajang pembuktian utama dalam bidang teknik otomotif. Apa yang awalnya merupakan upaya mengejar kecepatan tanpa henti di lintasan pasti akan mempengaruhi mobil yang dikendarai konsumen setiap hari. Kini, prinsip tersebut diterapkan secara agresif pada kendaraan listrik (EV), dan Porsche memimpin penerapannya.

Keterlibatan mendalam merek ini dalam Formula E bukan hanya soal trofi; ini tentang perkembangan teknologi yang pesat. Sejak memasuki seri ini pada tahun 2019, Porsche telah memenangkan banyak kejuaraan, memanfaatkan persaingan untuk menyempurnakan teknologi EV yang secara langsung menguntungkan mobil jalan raya mereka.

Kekuatan Regenerasi: Sebuah Terobosan dalam Pemulihan Energi

Salah satu kemajuan paling signifikan Porsche di Formula E terletak pada pemulihan energi. Mobil balap Gen 3 saat ini dapat memulihkan energi hingga 600 kilowatt selama pengereman – lebih dari dua kali lipat dibandingkan 265 kilowatt pada Taycan pertama dan melebihi 240 kilowatt pada Macan EV terbaru.

Sistem ini sangat efisien sehingga, di banyak trek, rem hidrolik hampir seluruhnya tidak berguna. Seperti yang dijelaskan oleh Team Principal Porsche Formula E Florian Modlinger, “Selama berkendara normal, hanya rem hidrolik di gandar depan yang aktif… Di belakang, Anda tidak memiliki cakram rem, tidak ada kaliper rem. Itu hanya rem darurat.”

Ini bukan hanya keunggulan balap; itu diterjemahkan langsung ke kendaraan yang legal di jalan raya. Cayenne Electric 2026 mendatang akan menampilkan kapasitas pengereman regeneratif yang sama yaitu 600 kW, memungkinkan peningkatan pemulihan energi dan mengurangi keausan pada rem konvensional. Modlinger mencatat, “Semakin banyak pemulihan yang Anda miliki, semakin kecil Anda dapat membuat baterai dengan jangkauan yang sama.”

Menyeimbangkan Efisiensi dan Kepraktisan

Meskipun mobil Formula E menggunakan baterai kompak berkapasitas 38,5 kWh (meningkat menjadi ~55 kWh di Gen 4), kendaraan listrik jalan raya Porsche menggunakan unit 108 kWh yang lebih besar di Cayenne. Perbedaannya bukan pada teknologi balap yang lebih rendah; ini tentang mengoptimalkan prioritas yang berbeda. Di lintasan, efisiensi dan bobot adalah yang terpenting, sedangkan mobil jalan raya harus menyeimbangkan jangkauan dengan kepraktisan.

Meskipun demikian, Porsche menerapkan pelajaran pengurangan bobot dari Formula E ke kendaraan listriknya, dengan fokus pada penempatan baterai, sistem pendingin, dan pengemasan secara keseluruhan. Cayenne Electric, dengan berat 5.831 pon, menunjukkan bahwa bobot tetap menjadi tantangan, namun Porsche terus memprioritaskannya.

Pendinginan cair untuk motor listrik, seperti yang digunakan di Formula E, adalah hal penting lainnya. Menurut Modlinger, metode ini mengurangi bobot dan meningkatkan kinerja jangka panjang dibandingkan dengan pendingin udara tradisional.

Perangkat Lunak: Keunggulan yang Diremehkan

Selain perangkat keras, kesuksesan Porsche bergantung pada perangkat lunak berpemilik. Meskipun peraturan Formula E menstandarkan aerodinamika dan motor, perangkat lunak unik yang dikembangkan sendiri memberikan keunggulan bagi setiap tim. Teknologi ini mengontrol pengereman regeneratif, respons throttle, dan pemulihan energi. Diadaptasi untuk penggunaan jalan raya, ini meningkatkan performa kendaraan seperti Taycan dan Cayenne.

Masa Depan Formula E: Menutup Kesenjangan

Porsche bertujuan untuk semakin mempersempit kesenjangan performa antara Formula E dan Formula 1. Saat ini, mobil F1 sekitar 18 persen lebih cepat di sirkuit yang sama, namun Formula E menutup kesenjangan tersebut dengan cepat.

Seri ini menghadapi tantangan, termasuk penarikan diri produsen mobil seperti Audi dan Mercedes-EQ setelah masa jabatan yang singkat, di samping ketidakpastian pasar kendaraan listrik yang lebih luas. Namun, Porsche tetap berkomitmen, melihat Formula E sebagai platform penting untuk membentuk motorsport listrik.

“Jika Anda ingin aktif dan membentuk motorsport listrik, tempatnya ada di sini.”

Investasi Porsche di Formula E bukan hanya soal memenangkan balapan; ini tentang mempercepat evolusi teknologi kendaraan listrik, memastikan bahwa inovasi yang lahir di jalur tersebut menghasilkan kendaraan listrik yang lebih baik, lebih efisien, dan berperforma lebih tinggi bagi konsumen.