Leapmotor B10 Hybrid EV: Pemikiran Ulang Range-Extender

19

B10 Hybrid EV dari Leapmotor menantang formula hybrid plug-in tradisional, menawarkan sistem perluasan jangkauan yang memprioritaskan pengalaman berkendara listrik sambil meminimalkan kecemasan jangkauan. Dibanderol dengan harga bersaing, SUV ini menyasar pembeli yang menginginkan keunggulan sebuah kendaraan listrik tanpa batasan kapasitas baterai.

Desain dan Dimensi

B10 berukuran panjang 4515mm, lebar 1885mm, dan tinggi 1655mm, sangat mirip dengan dimensi SUV keluarga populer seperti Kia Sportage. Meskipun desain eksteriornya tidak inovatif, ia menggabungkan elemen modern seperti lampu depan LED yang ramping dan bilah lampu belakang. Estetikanya lebih fungsional daripada flamboyan, menyatu dengan tren otomotif saat ini.

Powertrain dan Jangkauan

Berbeda dengan hibrida plug-in konvensional yang sangat mengandalkan mesin pembakaran, B10 menggunakan mesin bensin empat silinder 1,5 liter semata-mata sebagai generator. Pengaturan ini menggerakkan motor listrik 212bhp yang dipasang di belakang, mengambil energi dari baterai lithium-iron-phosphate (LFP) 18,8kWh.

Pendekatan Leapmotor bertujuan untuk menghadirkan pengoperasian EV yang mulus dan senyap sekaligus memperluas jangkauan keseluruhan hingga 559 mil. Jangkauan listrik saja diperkirakan mencapai 50 mil, sehingga cocok untuk perjalanan sehari-hari tanpa perlu sering mengisi daya. Fungsi mesin murni untuk menjaga tingkat baterai, memastikan akselerasi mulus tanpa keterlibatan langsung mesin.

Interior dan Teknologi

Kabin B10 mencerminkan saudara kandungnya yang serba listrik, menampilkan layar instrumen digital 8,8 inci dan sistem infotainment layar sentuh 14,3 inci yang dominan. Interiornya menawarkan nuansa premium dengan jok berbahan kulit imitasi (berpemanas dan berventilasi) serta atap panoramik.

Namun, antarmuka infotainmen adalah titik lemahnya. Meski responsif, sistem ini memiliki menu dan submenu yang berlebihan, sehingga pengoperasian saat mengemudi menjadi rumit. Tombol pintasan ada tetapi terlalu kecil sehingga memaksa pengemudi mengalihkan perhatian dari jalan. Apple CarPlay dan Android Auto tersedia, memberikan alternatif yang lebih intuitif dibandingkan navigasi asli mobil.

Meskipun kabin secara umum nyaman, terdapat inkonsistensi kualitas bangunan. Cupholder terasa tipis, bahan dasbor tampak murahan, dan plastik keras banyak ditemukan di area bawah. Terlepas dari kekurangan ini, bahan yang lebih lembut digunakan pada permukaan yang sering disentuh seperti bagian atas pintu dan konsol tengah.

Ruang penumpang belakang luas, dengan ruang kepala dan ruang kaki yang luas. Lantai datar meningkatkan kenyamanan bagi penumpang kursi tengah, meskipun ruang bahu terbatas untuk tiga orang dewasa. Ruang kargo cukup memadai yaitu 330 liter, kalah dibandingkan kompetitor seperti Volkswagen Tiguan PHEV (490 liter).

Pengalaman Berkendara

B10 menghadirkan pengalaman berkendara yang mulus dan halus yang mengutamakan kenyamanan dibandingkan kesan sporty. Akselerasi hingga 62mph membutuhkan waktu 8,5 detik, memberikan kecepatan yang cukup untuk berkendara sehari-hari. Powertrainnya tidak bersuara, dengan mesin tetap hampir senyap bahkan saat akselerasi keras.

Empat mode berkendara – EV, EV+, Bahan Bakar, dan Power+ – mengoptimalkan efisiensi dan jangkauan. Mode EV+ mempertahankan mesin hingga baterai mencapai 9%, sedangkan mode Bahan Bakar menggunakan mesin untuk menjaga level baterai. Power+ secara aktif mengisi daya baterai saat mengemudi, memastikan pengoperasian listrik terus menerus.

Suspensi B10 lembut sehingga menghasilkan pengendaraan ringan di jalan raya. Body roll terlihat jelas di tikungan sehingga mengurangi kepercayaan diri pengemudi pada kecepatan tinggi. Kemudi kurang memberikan feedback, mode Comfort terasa ringan dan jarak jauh, sedangkan mode Sport terasa terlalu elastis. Meskipun demikian, suspensinya secara efektif meredam gundukan di jalan yang kasar, meskipun lubang yang lebih besar mengirimkan bunyi gedebuk ke dalam kabin.

Bantuan Keselamatan dan Pengemudi

B10 menderita sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) yang terlalu bersemangat. Bantuan penjaga jalur dapat secara agresif menarik mobil kembali ke jalurnya, bahkan ketika pengemudi berada jauh dari marka jalur. Menonaktifkan sistem akan memicu peringatan terus-menerus, sehingga membuat penggunaannya menjadi frustasi.

Putusan

Leapmotor B10 Hybrid EV adalah paket yang inovatif secara teknis namun pada akhirnya mengecewakan. Teknologi range-extender-nya menarik bagi mereka yang mencari pengalaman berkendara seperti kendaraan listrik tanpa batasan jangkauan, namun kekurangannya dalam kualitas berkendara, kegunaan infotainment, dan kualitas build menghambatnya.

Meskipun B10 menawarkan titik masuk yang terjangkau ke pasar hybrid, pesaing seperti pesaing Eropa dan Korea memberikan pengalaman yang lebih halus dan lengkap. Bagi pembeli yang mengutamakan kepraktisan, kehalusan, dan kemudahan penggunaan, opsi alternatif menawarkan nilai uang yang lebih baik.