Sebuah dealer mobil di Iowa, Sky Auto Mall, dituduh melakukan penipuan skala besar yang melibatkan pembiayaan ganda kendaraan. Stellantis Financial dan Ford Credit telah mengajukan tuntutan hukum terhadap grup tersebut, dengan tuduhan bahwa mereka secara curang memperoleh pinjaman untuk inventaris yang sama dari beberapa pemberi pinjaman. Skandal tersebut menyebabkan 76 PHK di dealer Center Point, yang mengoperasikan waralaba Chevrolet, Ford, dan beberapa merek Stellantis (Chrysler, Jeep, Dodge, Ram).
Skema Pembiayaan Ganda Diluncurkan
Tuntutan hukum merinci bagaimana Sky Auto Mall diduga mendapatkan pembiayaan denah lantai dari Stellantis dan Ford untuk 81 kendaraan yang sama. Pembiayaan denah lantai memungkinkan dealer meminjam uang untuk membeli inventaris, yang kemudian dilunasi saat kendaraan terjual. Dealer tersebut dituduh memanipulasi sistem dengan berulang kali membiayai kendaraan yang sama dengan banyak pemberi pinjaman, sehingga secara efektif menerima dua kali lipat jumlah pembayaran di muka.
Stellantis pertama kali memberi tahu Ford Credit tentang aktivitas mencurigakan tersebut pada bulan Februari. Ketika kedua pemberi pinjaman membandingkan catatan mereka, mereka memastikan bahwa kendaraan yang sama telah dibiayai dua kali. Dealer tersebut dilaporkan mengakui skema tersebut dan bahkan memberikan catatan yang mengkonfirmasi adanya upaya pembiayaan ganda.
Rekor Tersembunyi & Utang Jutaan
Dugaan penipuan tersebut melibatkan pemindahan kendaraan antar dealer tanpa memberi tahu pemberi pinjaman, membuat dua set buku untuk menyembunyikan pembiayaan ganda, dan menahan lebih dari $1,4 juta hasil penjualan kendaraan. Stellantis menuntut ganti rugi melebihi $12,3 juta, sementara Ford Credit menuntut $6,6 juta. Toko Newhall, khususnya, telah melampaui batas kreditnya lebih dari $1,2 juta, menurut pengajuan tersebut.
Mengapa Ini Penting
Kasus ini menyoroti kerentanan dalam pembiayaan industri otomotif. Penipuan denah lantai tidak jarang terjadi, namun skala dugaan skema ini cukup signifikan. Hal ini juga menggarisbawahi pentingnya pemberi pinjaman memantau inventaris dan catatan keuangan dengan cermat. Fakta bahwa Stellantis memberi informasi kepada Ford menunjukkan adanya tingkat kerja sama yang jarang terjadi di antara para pesaing dalam menghadapi penipuan.
Insiden tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan dalam pembiayaan diler dan potensi skema serupa di diler lain.
Keluarga Tovstanovsky — Alex, Igor, dan Yelena — disebutkan sebagai salah satu tergugat dalam gugatan Stellantis. Kasus ini sedang berlangsung dan dapat mengarah pada penyelidikan lebih lanjut terhadap praktik keuangan dealer.
Industri sekarang dalam keadaan waspada. Insiden ini menjadi peringatan bagi pemberi pinjaman mengenai risiko pembiayaan denah lantai dan perlunya kontrol yang lebih ketat untuk mencegah perilaku curang.






















