Ford Mengandalkan Renault EV saat Pangsa Pasar Eropa Anjlok

36

Ford beralih ke Renault untuk kendaraan listrik (EV) baru karena penjualan mobil penumpang di Eropa terus menurun tajam. Langkah ini, yang dikonfirmasi oleh CEO Ford Jim Farley, bertujuan untuk memasukkan model-model baru ke dalam jajaran produk yang menyusut sementara perusahaan tersebut berjuang untuk bersaing dengan pesaingnya yang sudah mapan dan produsen mobil Tiongkok yang sedang berkembang pesat.

Jejak Ford yang Menyusut di Eropa

Pangsa Ford di pasar mobil penumpang baru Eropa telah turun menjadi hanya 2,8% dalam dua bulan pertama tahun 2024, turun 20,3% dari tahun ke tahun menjadi 55.025 unit. Penurunan ini terjadi setelah penghentian model-model utama seperti Focus, Ka, Fiesta, dan Mondeo, membuat Ford bergantung pada crossover (Puma dan Kuga) dan penawaran khusus seperti Mustang.

Penurunan ini bukan hanya penurunan sementara: hilangnya Focus – yang pernah menjadi mobil kompak yang sangat populer – merupakan pukulan besar bagi kehadiran Ford di segmen kecil dan menengah yang penting. Meskipun kendaraan listrik baru seperti Explorer dan Capri belum membalikkan tren, Ford kini menaruh harapan pada kendaraan listrik berbasis Renault yang dijadwalkan dirilis pada awal tahun 2028.

Kemitraan Renault: Kesenjangan yang Diperlukan?

Kedua kendaraan listrik mendatang akan dibangun di atas platform Ampere Renault, arsitektur yang sama yang mendasari model seperti Twingo, 4 E-Tech Electric, dan 5 E-Tech Electric. Meski mengandalkan teknologi pesaing, Farley menegaskan mobil tersebut akan tetap mempertahankan “kesombongan” yang unik dari Ford Eropa. Strategi ini menyoroti betapa mendesaknya kebutuhan Ford akan produk-produk baru untuk mengatasi kerugiannya.

Langkah ini bukannya tanpa risiko. Kesenjangan dalam jajaran produk Ford akan berlanjut selama dua tahun sementara model berbasis Renault dikembangkan, memberikan para pesaing cukup waktu untuk lebih memperkuat posisi mereka.

Bangkitnya Persaingan Tiongkok

Ford tidak hanya kalah dari raksasa Eropa seperti Volkswagen, Stellantis, dan Hyundai. Produsen mobil Tiongkok mendapatkan daya tarik pada tingkat yang mengkhawatirkan. BYD memperoleh 1,9% pangsa pasar dengan 36.069 registrasi dalam dua bulan pertama, sementara SAIC mencapai 2,1% dengan 41.454 unit.

Pabrikan Tiongkok membanjiri pasar Eropa dengan model-model baru, dan dengan kecepatan mereka saat ini, mereka dapat menyalip Ford sebelum akhir tahun. Absennya Focus membuat Ford sangat rentan terhadap tantangan ini.

Apa Artinya?

Ketergantungan Ford pada Renault EV merupakan tanda kelemahan di pasar yang berubah dengan cepat. Apakah kendaraan ini dapat menghidupkan kembali nasib perusahaan masih harus dilihat. Sektor komersial tetap menjadi titik terang bagi Ford, namun di segmen penumpang, kelangsungan hidup bergantung pada seberapa cepat dan efektif Ford dapat beradaptasi dengan lanskap yang semakin kompetitif.

Strategi ini hanyalah sebuah pertaruhan, namun Ford tidak punya banyak pilihan: tanpa pengembangan produk yang agresif, kehadirannya di Eropa akan terus menyusut.