Stellantis Menghadapi Reaksi Atas Potensi Rencana Merakit EV Tiongkok di Brampton

14

Stellantis menghadapi pengawasan ketat dari anggota parlemen dan pemimpin buruh Kanada menyusul laporan bahwa perusahaan tersebut mungkin menggunakan fasilitasnya di Brampton, Ontario, untuk merakit kendaraan listrik (EV) untuk mitranya di Tiongkok, Leapmotor.

Kontroversi ini terjadi setelah periode ketidakstabilan bagi produsen mobil tersebut di Kanada, termasuk penutupan pabrik di Brampton dan pembatalan komitmen untuk memproduksi Jeep Compass baru di lokasi tersebut. Laporan terbaru menunjukkan perubahan yang menurut para kritikus melemahkan esensi manufaktur dalam negeri.

“Model IKEA” vs. Manufaktur Nyata

Inti kritiknya adalah metode produksi kendaraan ini. Menurut orang dalam industri, lokasi Brampton mungkin tidak digunakan untuk manufaktur sebenarnya—proses pembuatan komponen dan perakitannya dari awal—melainkan untuk “perakitan knockdown”.

Flavio Volpe, presiden Asosiasi Produsen Suku Cadang Otomotif (APMA), membandingkan potensi strategi ini dengan perakitan furnitur IKEA.

“Kendaraan ini sepenuhnya diproduksi di Tiongkok dengan komponen Tiongkok, kemudian dibongkar sebagian dan dibawa ke sini untuk dirakit kembali oleh beberapa ratus pekerja,” kata Volpe kepada CTV News.

Perbedaan ini sangat penting bagi perekonomian Kanada. Manufaktur otomotif sejati adalah mesin industri yang sangat besar:
Ketenagakerjaan Tinggi: Pabrik yang beroperasi penuh dapat mempekerjakan antara 10.000 dan 12.000 orang.
Dampak Rantai Pasokan: Manufaktur lokal biasanya menghasilkan sekitar $3 miliar per tahun dalam pembelian dari pemasok suku cadang Kanada.
Nilai Ekonomi: Sebaliknya, operasi “knockdown” bergantung pada peralatan impor, yang berarti sebagian besar nilai kendaraan dan pekerjaan yang terkait dengan komponennya tetap berada di Tiongkok.

Perlawanan Politik dan Perburuhan

Rencana yang diusulkan ini mendapat perlawanan langsung dari para pejabat tinggi. Baik Perdana Menteri Ontario Doug Ford maupun Menteri Perindustrian federal Melanie Joly dilaporkan menolak rencana yang dilaporkan tersebut, menandakan kurangnya selera politik terhadap kesepakatan yang memprioritaskan perakitan daripada produksi.

Di bidang buruh, presiden nasional Unifor Lana Payne menuntut Stellantis menepati janji sebelumnya untuk mengembalikan pabrik Brampton ke kapasitas aslinya. Terdapat kekhawatiran yang semakin besar di kalangan pembuat kebijakan bahwa jika peralatan “knockdown” ini dianggap sebagai produksi dalam negeri, hal ini dapat menciptakan celah yang memungkinkan barang-barang buatan Tiongkok mengabaikan perlindungan perdagangan.

Implikasi Geopolitik dan Pasar

Situasi ini diperumit oleh hubungan strategis Stellantis dengan Leapmotor. Setelah mengakuisisi 20% saham di perusahaan Tiongkok tersebut pada tahun 2023, Stellantis memiliki kepentingan dalam ekspansi global Leapmotor.

Namun, perusahaan menghadapi rintangan strategis yang signifikan: Pasar Amerika Serikat.
Agar berhasil mengekspor kendaraan dari Kanada ke AS, kendaraan tersebut harus memenuhi persyaratan konten regional yang ketat. Jika fasilitas Brampton hanya merakit peralatan buatan Tiongkok, kendaraan yang dihasilkan mungkin gagal memenuhi syarat akses bebas bea ke pasar Amerika, sehingga seluruh operasinya dipertanyakan secara ekonomi untuk distribusi di Amerika Utara.


Kesimpulan
Stellantis berada di persimpangan jalan antara memanfaatkan infrastruktur Kanada untuk perakitan impor Tiongkok berbiaya rendah atau berinvestasi pada manufaktur lokal yang mendalam. Keputusan tersebut pada akhirnya akan menentukan apakah pabrik di Brampton berfungsi sebagai landasan bagi rantai pasokan kendaraan listrik Kanada atau sekadar titik perakitan sekunder untuk barang-barang buatan luar negeri.