Sebagai bagian penting dari strategi teknik globalnya, GWM mengakui bahwa penyempurnaan sasis dan suspensi awal gagal memenuhi harapan para pengemudi di pasar Australia dan Selandia Baru (ANZ). Daripada mengabaikan kritik ini, pabrikan tersebut malah meluncurkan program penyempurnaan khusus yang kini akan berfungsi sebagai cetak biru kendaraannya di seluruh dunia.
Mendengarkan Pasar: Inisiatif “AT-1”.
Pergeseran ini dimulai ketika GWM menerima masukan yang konsisten dari pelanggan Australia dan Selandia Baru mengenai kualitas berkendara dan penanganan yang kurang optimal. Menurut Chief Technology Officer GWM Nicole Wu, pada awalnya terdapat skeptisisme internal di kantor pusat, dimana para insinyur percaya bahwa sasis yang ada sudah “sempurna”.
Namun, setelah mengerahkan para insinyur ke wilayah ANZ untuk melakukan pengujian nyata bersama pengemudi lokal, perusahaan tersebut menyadari adanya kesenjangan antara standar teknik global dan preferensi mengemudi lokal. Realisasi ini mengarah pada penciptaan AT-1 (diucapkan “at one”), sebuah proyek penyetelan khusus yang dirancang untuk mengoptimalkan kinerja kendaraan untuk lingkungan yang menuntut.
Untuk memfasilitasi hal ini, GWM telah hadir secara permanen di bekas tempat uji coba Holden di Lang Lang, Victoria, dipimpin oleh insinyur veteran Rob Trubiani.
Rekayasa Presisi: Melampaui Pendekatan “Satu Ukuran untuk Semua”.
Program AT-1 bukan sekedar penyesuaian kecil; ini adalah perombakan teknis mendalam tentang bagaimana kendaraan berinteraksi dengan jalan. Daripada menerapkan satu pengaturan ke seluruh rentang model, GWM beralih ke strategi kalibrasi yang sangat disesuaikan.
Aspek-aspek kunci dari proses penyempurnaan meliputi:
– Penyetelan Granular: Untuk Haval H6, varian berbeda menerima kalibrasi unik, bukan pengaturan universal.
– Pengujian Ekstensif: Tiap varian menjalani pengujian ketat, yang melibatkan sekitar 24 penyesuaian peredam suspensi depan dan 40 penyesuaian suspensi belakang, serta kalibrasi kemudi yang presisi.
– Optimalisasi Komprehensif: Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan kenyamanan berkendara dengan kemampuan penanganan, khususnya menangani kinerja penarik dan penyempurnaan Sistem Bantuan Pengemudi Tingkat Lanjut (ADAS).
Peluncuran dan Dampak Global
Penyetelan AT-1 sudah diterapkan di beberapa model utama. Saat ini, pembaruan tersedia untuk:
– Kendaraan Cannon Alpha
– SUV Haval H6 dan Haval H6 GT
– SUV hibrida plug-in Tank 500
Pembaruan di masa mendatang dijadwalkan untuk Tank 300 (khusus varian diesel dan hybrid) dan SUV listrik Ora 5 yang akan datang.
Yang terpenting adalah pembelajaran yang didapat di Australia diekspor secara global. GWM mengonfirmasi bahwa filosofi AT-1 akan diterapkan ke pasar utama lainnya, termasuk Afrika Selatan, Eropa, dan Brasil. Perusahaan mencatat bahwa kebiasaan mengemudi di Afrika Selatan sangat mirip dengan kebiasaan mengemudi di Australia, sehingga menjadikan tempat pengujian ANZ sebagai laboratorium penting untuk kesuksesan global.
Evolusi yang Berkelanjutan
GWM menekankan bahwa AT-1 bukanlah perbaikan yang bersifat “satu-dan-selesai” namun merupakan siklus perbaikan yang berkesinambungan. Untuk pemilik lama, merek bermaksud memberikan penyempurnaan berkelanjutan melalui:
– Pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA) untuk teknologi bantuan pengemudi.
– Pembaruan layanan dealer untuk perbaikan mekanis fisik.
“Saat kami menyelesaikan masalah dari Australia dan Selandia Baru, ternyata daerah lain… pelanggannya juga puas,” kata Nicole Wu.
Kesimpulan
Dengan mengubah kritik konsumen lokal menjadi standar teknik global yang canggih, GWM berupaya menjembatani kesenjangan antara manufaktur pasar massal dan ekspektasi berbeda dari para pengemudi regional. Langkah ini menandakan pergeseran ke arah pengembangan kendaraan yang lebih terlokalisasi dan berpresisi tinggi untuk ekspansi internasional merek tersebut.























