Kebijakan Otomatis Trump: Mengapa Inggris Tertinggal

15

Kebijakan perdagangan agresif Donald Trump telah mengubah industri otomotif global, namun Inggris gagal memanfaatkan perubahan tersebut. Meskipun metode Trump tidak dapat diprediksi, fokusnya dalam mengembalikan lapangan kerja manufaktur ke AS tidak dapat disangkal – dan efektif.

Tarif sebagai Leverage

Trump secara terbuka mengakui menggunakan tarif sebagai “senjata negosiasi,” mengancam produsen dengan biaya besar jika mereka menolak membuka jalur produksi di AS. Strategi ini telah memaksa perusahaan-perusahaan dari Kanada, Meksiko, Jerman, dan Jepang untuk mempertimbangkan kembali lokasi produksi mereka, dan banyak yang memilih untuk membangun di AS daripada membayar tarif.

Peluang utama: Tarif Trump bukan hanya soal ekonomi; mereka tentang kekuasaan. Ia bersedia menggoyahkan hubungan perdagangan untuk mencapai tujuannya, dan ancaman kenaikan biaya tetap konstan.

Booming Otomotif AS

Hasilnya jelas: produksi mobil AS melonjak. Trump baru-baru ini menyoroti revitalisasi pabrik Ford di Michigan sebagai buktinya, dan mengklaim bahwa kebijakannya mendorong peningkatan bersejarah dalam manufaktur dalam negeri. Meskipun pemerintah Inggris belum memberikan tanggapan, negara-negara lain telah beralih untuk menghindari tarif.

Sikap Inggris

Perusahaan otomotif Inggris – termasuk Bentley, Jaguar, Land Rover, dan Rolls-Royce – belum mengambil langkah untuk melakukan pembangunan di AS. Kelambanan ini membuat mereka rentan terhadap kenaikan tarif di masa depan, karena Trump telah menegaskan bahwa kepatuhan adalah satu-satunya cara untuk menghindari hukuman.

Kebijakan Energi dan Biaya Bahan Bakar

Kebijakan Trump tidak hanya mencakup tarif; dia juga menganjurkan peningkatan produksi energi dalam negeri (“bor bayi bor”) untuk menurunkan biaya bahan bakar. Harga bensin di AS jauh lebih rendah dibandingkan di Inggris – sekitar sepertiga harga bensin – sebuah perbedaan yang disoroti oleh Trump sebagai bukti keberhasilannya. Ketergantungan Inggris pada energi impor dan pajak yang lebih tinggi turut menyebabkan biaya yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Kebijakan otomotif Trump mengubah produksi global, dan Inggris justru ketinggalan. Tanpa beradaptasi dengan taktik agresifnya, perusahaan-perusahaan Inggris menghadapi risiko tersingkir dari pasar AS. Situasi ini memerlukan tindakan strategis, namun sejauh ini, Inggris masih diam saja.